Tempat Kotor, Potensi Penyakit Leptospirosis

KBRN, Semarang : Masyarakat perlu mewaspadai penyakit Leptospirosis atau dikenal virus kencing tikus memasuki musim hujan seperti saat ini. Tindakan pencegahan dapat dilakukan seperti menjaga kebersihan lingkungan terutama pada pojok ruangan harus dilakukan agar tidak mengakibatkan dampak yang fatal.

Hal tersebut disampaikan Dokter dari PKU Muhammadiyah gubug Kabupaten Grobogan Azza Amrullah menanggapi potensi penyakit dimusim hujan kepada RRI, Selasa (14/1/2020). 

Dijelaskan, virus akibat kencing tikus dapat bertahan selama lebih dari satu bulan, jika sampai mengenai anggota tubuh yang sedang terluka dapat menyebabkan leptospirosis. Adapun gejalanya menyerupai gejala masuk angin, yaitu demam tinggi, sakit kepala menggigil dan nyeri.

“Jika tidak diobati, infeksi dapat menyebabkan kerusakan ginjal, hati, meningitis, gangguan pernapasan hingga cuci darah,” imbuhnya. 

Menurut Dokter Azza, tempat yang terkena kencing tikus mengandung bakteri, jika terkena anggota tubuh yang terluka dapat menyebabkan Leptospirosis. Dari itu, masyarakat diminta mengunakan alas kaki ketika beraktifitas didalam rumah dan menjaga kebersihan rumah agar tidak menjadi sarang tikus. 

“Jaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi sarang tikus,”ujarnya. 

Dokter Azza Amrullah juga menerangkan, virus kencing tikus dapat bertahan hingga berbulan-bulan. Maka, menjaga kebersihan tempat tinggal penting dilakukan untuk memastikan perabotan rumah tangga aman dari bahaya virus dari tikus. 

“Seusai beraktifitas ditempat kotor segera mencuci tangan dan kaki dengan sabun dan air mengalir, untuk mengantisipasi jika ditempat tersebut pernah terkena kencing tikus,” pesannya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00