BPJS Kesehatan Mudahkan Layanan Pasien Gagal Ginjal

KBRN, Semarang : Peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang ingin melakukan cuci darah  sudah tidak perlu lagi mengulang surat rujukan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk mendapatkan layanan ini.

Kabid Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Istianti mengatakan pasien gagal ginjal kronis memerlukan Hemodialisa atau cuci darah secara berkala. Tingginya angka kasus gagal ginjal, membuat BPJS Kesehatan mempermudah prosedur hemodialisa atau cuci darah bagi peserta JKN-KIS.

“Dengan simplifikasi prosedur ini, peserta tidak perlu lagi mengulang surat rujukan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk mendapatkan layanan ini. Namun proses pendaftaran pelayanan cuci darah cukup dengan rekam sidik jari di rumah sakit atau klinik utama tempat ia biasa mendapat pelayanan,” sebutnya Jumat (21/02/2020).

Secara penanganan Medis ketika seseorang didiagnosis gagal ginjal kronis, cuci darah biasa dilakukan sebanyak satu sampai dua kali setiap minggu secara rutin sepanjang hidupnya. Berdasarkan data yang dimiliki oleh BPJS Kesehatan Cabang Semarang sepanjang tahun 2019, untuk kasus gagal ginjal terdapat 15 ribu 951 kasus.

“Untuk wilayah kota Semarang dan Demak sudah sebagian besar rumah sakit bisa melayani tindakan cuci darah, sehingga peserta bisa langsung melaksanakan perekaman sidik jari tanpa harus mengulang rujukan dari FKTP” ucap Istianti.

Sementara itu, Lestariningsih pemilik Klinik Ginjal dan Hipertensi Lestari sekaligus dokter spesialis ginjal  mengungkapkan Penyakit Ginjal Kronis tahap akhir ada istilah secara nasional penyakit ginjal terminal atau gagal ginjal tahap 5 atau gagal ginjal kronik tahap 5.

“ Adapun penyebabnya bermacam-macam, mungkin sekarang banyak melihat kok penyakit ginjal tahap 5 ini semakin banyak penderitanya yang butuh terapi pengganti. Menurut Riskesda 2018 dan Indonesian Renal Registry  (IRR) atau yang biasa dikenal Registrasi Ginjal Nasional dengan  penyebab terbanyak yaitu diabetes mellitus, Hipertensi, serta penyakit lainnya seperti Glomerulusnefritis kronis,batu saluran kemih, dan penyakit sistemik,”jelas Lestari yang juga Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri) Korwil  Jawa Tengah ini.

Selain itu pola hidup itu mendukung, oleh karenanya sekarang ini pemerintah melalui GERMAS (Gerakan Masyarakat Sehat) direkomendasikan agar semua melakukan pencegahan hipertensi maupun diabetes mellitus ataupun penyakit ginjal kronis.

Ia mengungkapkan Persatuan Neferologi Indonesia (Pernefri) baik di pusat maupun wilayah, saat ini sedang dirintis bekerja sama dengan instansi pemerintah pusat maupun daerah untuk bersama-sama melakukan pencegahan terjadinya Diabetes Melitus, Hipertensi dan penyakit Ginjal Kronis.

Dengan mengutamakan edukasi kepada pasien, baik edukasi preventif maupun edukasi untuk meningkatkan umur harapan hidup pasien yang mendapatkan terapi pengganti selain itu juga edukasi kepada masyarakat umum dalam rangka World Kidney Day.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00