Sepekan Diguyur Hujan, Malaka Terendam Banjir

Rumah Warga Terendam Banjir

KBRN, Atambua : Curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam sepekan terakhir menguyur wilayah Kabupaten Malaka-NTT, kondisi ini menyebabkan terjadi bencana banjir.

Luapan banjir yang terjadi setelah Malaka diterpa hujan lebat, sebenarnya bisa dibilang sebagai bencana musiman.Disetiap memasuki Musim Tanam ke dua (MT II) seringkali menerjang Kabupaten di daratan Timor wilayah perbatasan dengan Negara Timor Leste ini.

Sejauh ini masih sebatas mengenangi rumah warga juga ikut merendam luasan areal lahan tanam petani.

Salah satu lokasi terdampak banjir yaitu di wilayah Dusun Fatisin A Desa Kamanasa Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka. 

Warga setempat Fransiska Tety sempat dihubungi RRI Jumat (22/5/2020) mengatakan, akibat banjir selain pertanaman petani rusak karena terendam, warga setempat kini sulit untuk bisa memperoleh akses air bersih untuk minum. Hal ini dikarenakan sumur gali yang biasa dimanfaatkan untuk konsumsi maupun keperluan memasak dan lain sebagainya, kandungan air sudah bercampur lumpur. 

"Hujan setiap hari sudah seminggu. Kami tidak bisa keluar kerja ew. Air untuk minum yang susah sumur juga kotor karena ada lumpur. Begitu bangun tidur ember baskom sendal sepatu dong air su bawah semua," ceritanya.

Selain persoalan air bersih, akibat banjir pertanaman petani seperti jagung maupun sayuran, tanaman bawang juga lombok sekian lama terendam air, akhirnya menyebabkan akar tanaman membusuk dan mati. Dirinyapun merugi tidak bisa memanen hasil kebun.

"Banjir belum surut, sekitar tujuh puluh senti. Untuk tanaman jagung juga sayuran sudah mati semua karena terendam to, kami tidak bisa panen" keluh Fransiska.

Hingga Jumat pagi titik genangan air belum surut. Pemerintah desa setempat belum juga turun ke lokasi untuk memantau kondisi yang ada, maupun melakukan pendataan warga terdampak.

Wargapun hanya bisa berharap Pemerintah segera membangun saluran drainase yang memadai, agar disetiap penghujan tidak lagi dihantui persoalan banjir. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00