Keamanan Data Pertanahan Diyakini Terjamin Melalui Digitalisasi

KBRN, Jakarta: Staf Khusus Menteri ATR/Kepala BPN Bidang Pengembangan Teknologi Informasi Della Abdullah menyampaikan bahwa untuk menuju layanan pertanahan maju dan modern, saat ini layanan Kementerian ATR/BPN tengah bergerak dari manual ke digital. Manfaat sistem digital ini, di antaranya keamanan data pertanahan terjamin.

"Pada intinya adalah data, kita antisipasi melalui teknologi. Hal ini akan dilaksanakan dengan pola Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU)," ujar Della Abdullah, Rabu (20/5/2020).

Della Abdullah berharap pada tahun 2024 pelayanan pertanahan akan lebih cepat, efisien, akurat, serta keamanan data juga lebih baik dengan adanya sistem digital yang ada. Informasi pertanahan yang baik diharapkan pula mempunyai nilai ekonomis yang bisa digunakan untuk meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak.

Menanggapi hal tersebut Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil menyampaikan bahwa perencanaan harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. "Pastikan data center memenuhi syarat, konsultasi dengan BPKP mengenai penganggaran serta, mekanisme kerja sama melalui KPBU," ungkap Sofyan Djalil.

Pada kesempatan itu, Kepala Pusdatin dan LP2B Virgo Eresta Jaya menyampaikan bahwa ke depan Kementerian ATR/BPN merencanakan untuk mengadopsi penggunaan Sertipikat Satu Lembar. Selama ini sertipikat tanah berbentuk sebuah blanko yang terdiri dari beberapa halaman. 

“Pada prinsipnya, informasi yang terdapat pada sertipikat yang saat ini berbentuk buku, nantinya akan tetap dapat dilihat oleh masyarakat baik pada bentuk fisik melalui sertipikat satu lembar maupun melalui data digital yang diakses melalui kode bar pada masing-masing sertipikat,” papar Virgo.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00